Senja

Pendar kemerahan mulai tampak dilangit. Tak terasa satu hari lagi akan berakhir. Hatiku selalu pilu melihat pemandangan ini. Tapi ketenangan pun menghampiri. Hatiku pilu, memikirkan apakah lebih banyak kebaikan atau keburukan yang telah kulakukan? Ingatanku selalu mengatakan keburukan yang lebih banyak. Dan ketenangan menghampiriku jika membayangkan setidaknya ada kebaikan yang aku lakukan hari ini.

Sendu senja selalu berhasil mencampur aduk perasaanku. suasana pertukaran siang dan malam dimana aktivitas manusia mulai melambat karena letih yang mulai menghampiri, suhu yang sudah tidak terlalu panas, warna kemerahan dilngit yang menenangkan hati. Semua kombinasi itu sungguh sangat mencampur aduk hatiku. walaupun begitu, aku selalu menunggu senja itu datang.

Bagiku senja adalah waktu yang tepat untuk merenung sejenak. memikirkan bagaimana hari ini berlalu. Dan bukankah senja memberi pertandanya? semua kombinasi diatas sangat menjelaskan maksud dari senja agar manusia merenung sejenak. apakah yang dilakukannya hari ini lebih baik dari kemarin?

Tapi kebanyakan manusia tidak menyadari itu. mereka melewati senja begitu saja. bahkan sampai tidak menyadari ketika senja telah berakhir. bahkan tidak sedikit orang yang melewati senja dengan emosi yang memuncak. ah, sekali lagi senja menunjukkan tanda bahwa kita harus berhenti sejenak. Karena diwaktu senja pulalah emosi mulai meningkat drastis, dan kita harus merefreshing otak kita sejenak. bahkan salah satu ibadah wajib kita dilakukan di awal senja. bukankah senja itu sangat indah? apalagi jika melihatnya dari pinggir pantai.

Tapi percayalah, dimanapun kalian berada, cobalah sejenak berhenti disenja hari. nikmati suasananya, hirup aromanya, lalu perhatikan pendar merah dilangit sana. percaya atau tidak, seaakan ada energi baru yang akan merasuk kedalam tubuh kita. Tapi dengan betul-betul berhenti dan merenung. energi itu adalah rasa syukur. aku tidak tahu hanya aku atau kalian merasakannya juga, tapi energi itu benar adanya. energi yang seketika membuat hati tenang, energi yang seakan akan mereduksi kembali semangat yang perlahan tergerus. bersyukur dengan kegiatan yang ada, bersyukur berada ditempat dimana kalian berada, bersyukur bisa berjumpa dengan orang-orang disekitar kalian, bahkan bersyukur bisa diberi waktu untuk tetap hidup.

Sungguh suatu energi yang sangat kuat. Energi yang memberi harapan baru. Pernahkah kalian merasakannya? Selamat jika kalian pernah merasakannya! Dan bila kalian merasakan energi itu, jangan buang begitu saja. Manfaatkan energi tersebut untuk menjadi lebih bermanfaat untuk orang lain. Karena wujud kesyukuran adalah keikhlasan. Keikhlasan untuk mengerjakan apapun, tolong menolong dalam kebaikan, beribadah, dan lainnya. Jangan siakan energi itu, karena kita tidak tahu apakah besok akan berjumpa dengan senja lagi atau tidak.

Setidaknya ini yang kurasakan disaat senja itu tiba. aku tidak tahu bagaimana dengan kalian. Tapi aku yakin ada yang merasakan ini pula. kesenduan senja yang memberi energi. Dan bagi kalian yang belum merasakan kesenduan senja. cobalah. nikmati sinar senja yang datang, rasakan suasananya, suasana adiktif dari senja. Perasaan marah, benci, sedih, susah, senang, bahagia, semangat, akan berkumpul menjadi satu di senja.

Dan entah bagaimana akan menjadi netral dan menjadi energi yang aku sebutkan tadi. Bahkan perasaan cinta, dapat bersemi disenja. Percayakah engkau? Aaah, senja memang menyesakkan, menenangkan jiwa. Senja lebih baik daripada engkau menikmati narkoba. Sekali lagi, percayakah engkau? Coba saja.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *