Berpikirlah Bisa Untuk Semua Hal

Alam sadar kita memiliki kekuatan yang sangat besar. Berlipat-lipat kali lebih besar dibanding dengan alam sadar atau pikiran kita. Namun banyak dari kita yang tidak memanfaatkan potensi ini. Sehingga dalam kehidupanpun kita selalu mencari-cari kekurangan dari setiap peluang yang kita dapatkan. Dan pada akhirnya kita menjadi lebih sering mengatakan tidak bisa daripada bisa. Pikiran kita “merasuki” kita agar tidak menjalankan hidup yang penuh resiko, hidup dengan yang pasti-pasti saja. Tidak usah banyak menolong orang, karena orang yang kita tolong belum tentu mau menolong kita yang menyebabkan kerugian. Berpikir jika kita menjalankan hal-hal yang beresiko akan membuat kita jatuh miskin. Alhasil kitapun menjadi orang biasa, yang tidak bisa berbuat banyak, dan hanya sekedar hidup.

Coba kita rubah sedikit sudut pandang kita. Lihatlah pengusaha-pengusaha, tidak mesti yang diluar negri, yang didalam negeri saja. Mereka pada awalnya orang yang hidup mengambil resiko. Tidak langsung enak begitu saja. Merekapun pernah mengecap hidup miskin. Hanya saja mereka percaya nasib bisa dirubah, jika mereka mau mengubahnya. Mereka yakin pada potensi yang dimilikinya. Mereka mengembangkannya. tidak pernah berpikir bahwa ini akan menghabiskan banyak uang, dan bisa membuat mereka mungkin tidak bisa makan hari itu. Tidak lupa pula mereka memberi kepada sesama, yang pada akhirnya banyak mengundang orang untuk berteman kepada mereka dan membuat mereka lebih mudah untuk mengkomersilkan kemampuan mereka. Memang ini tidak instan. Bahkan diantara mereka memerlukan waktu 5 tahun bahkan lebih untuk berhasil. Tapi mereka percaya, dengan usaha yang keras disertai do’a, tidak ada yang tidak mungkin, karena tuhan tidak pernah tidur. dia sangat dekat dengan kita. Dekat tak bersentuh jauh tak berjarak, itulah istilah bagaimana dekatnya tuhan dengan kita. Bahkan Buya Hamkan pernah mengeluarkan kata-kata bijak yang berbunyi “jika kau bekerja sekedar bekerja, kera juga bekerja. Jika kau hidup sekedar hidup, babi dihutan juga hidup”. Jadi, marilah kita berpikir bisa untuk semua hal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *